Fanatisme .NET vs Java
Prilaku fanatisme ternyata tidak hanya terjadi pada olahraga sepakbola dimana ada orang yang begitu memuja-muji tim atau kesebelasan favoritnya. Sedikit saja hal baik yang dimilikinya akan terus dikenang dan sedikit saja hal buruk dari tim lain akan menjadikan bahan ejekan dan tertawaan. Entah mengapa hal ini juga terjadi pada para programmer. Ada prilaku fanatisme terhadap suatu bahasa pemrograman yang digelutinya. Begitu dia mendengar ada hal-hal baru pada bahasa lain, muncul suatu sikap sinis dan cenderung mencari kelemahan-kelemahan yang ada sebagai counter terhadap pemberitaan itu.
Ironis memang...para programmer jelas adalah seorang intelektual, yang menggunakan seluruh daya ciptanya untuk menghasilkan sebuah produk. Kita semua tahu bahwa bahasa pemrograman hanyalah sebuah tool yang dibuat oleh manusia dan tidak lebih - jelas memiliki kelebihan dan kekurangan. Sama seperti motor, mobil, dsb yang hanya menjadi sebuah alat untuk transportasi. Sebuah alat tidaklah lebih berguna daripada operatornya, karena tanpa operator sebuah alat hanyalah menjadi alat yang tidak berarti apapun.
Dalam suatu perjalanan dari kampus ke sebuah rumah makan, saya sempat berbincang-bincang dengan rekan seprofesi lainnya. Di kampus itu saya mengajar mata kuliah .NET dan rekan tersebut mengajar Java. Dalam perjalanan itu, dia menyatakan ketidaksenangannya terhadap .NET dan menganggap bahwa Java masih jauh lebih baik daripada .NET. Dia memberikan beberapa penjelasan tentang jargon Java yang bebas platform, open source, dokumentasi yang lebih mudah didapat namun diakui bahwa VM-nya masih lambat (min menggunakan memory 512 MB). Dengan nada yang agak menaik, dia membandingkan bahwa .NET masih propietary, mahal baik IDE dan MSDN, hanya bisa dijalankan di atas mesin Microsoft dsb.
Buat saya bahwa .NET ataupun Java hanyalah sebuah alat untuk memrogram dan tidak akan pernah lebih dari itu. Bahwa memang saya lebih tertarik kepada .NET itu adalah masalah selera sama seperti banyak orang yang suka masakan padang. Dan bahwa untuk menggunakan .NET harus merogoh kocek yang mahal, jelas adalah sebuah konsekuensi. Tidak ada orang yang memaksa untuk menggunakan .NET sama seperti tidak ada yang memaksa menggunakan Java.
Saya tidak tau apa yang ada dalam pikirannya, sepertinya dia terpengaruh oleh diskusi yang ada dalam milis yang dia ikuti. Hampir saja emosi saya terpancing, namun syukur saya bisa menahan diri. Saya tidak membela Microsoft, karena Microsoft memang tidak perlu dibela apalagi karena tak ada satu sen pun yang diberikan Microsoft kepada saya. Terserah apa kata orang, tetapi fanatisme bahasa pemrogram buat saya hanyalah omong kosong, karena sekali lagi bahasa pemrograman hanyalah sebuah alat, tidak lebih.

